DIA
Puisi Ainun Cahyani
Dia adalah nafasku
Dia adalah hidupku
Tanpanya ku disini tak berarti
Pengorbanan dan kasih sayangnya yang membuatku terus bertahan
Air matanya yang di tumpahkan olehku menyadarkan arti kehadiranku
Ku yakin semuanya kan abadi, kasih sayangnyapun akan abadi
Hingga tiba hari keberhasilanku,
Ia pun akan memelukku dengan erat
menciumku dengan penuh kasih sayang
dan berkata anakku telah berhasil
Akan ku tunjukkan pada semua orang
bahwa dialah orang yang terhebat
mengajarku di saat ku bilang tak bisa
membimbingku di saatku tersesat
menjewerku di saatku tak mau mendengar
dan memperlihatkan isi dunia ini
itulah Ayah dan Ibuku
sosok yang akan selalu ku banggakan :-)
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Ayah - Puisi Septian
AYAH
Puisi Septian
Dimana akan kucari
Aku menangis seorangdiri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglahaku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya, dalam mimpi
Puisi Septian
Dimana akan kucari
Aku menangis seorangdiri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglahaku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya, dalam mimpi
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Ayah - Puisi Irma Siti Umaya
AYAH
Puisi Irma Siti Umaya
Ayah,
Tak kau kenal lelahnya kaki mu melangkah,
tak kau pedulikan terik sang surya membakar seluruh tubuh mu,
Tak pedulkkan raga mu bermandikan air yang berlomba-lomba untuk keluar,
Dan kau pun tak pernah berhenti, walau raga mu telah habis terguyur hujan..
Demi aku, anakmu, dan keluarga mu..
Ayah,
Kau pun tau, ku selalu menanti mu dibalik gelapnya malam,
dan ku sedih ketika ku tertidur, tanpa ku mendengar kata dari hati mu tuk memanggil ku..
Ketika jiwa raga, kau pertaruhkan demi sesuap nasi tuk menjalankan kewajiban mu,
bertarung melawan hantaman demi hantaman hujan,
bertarung melewati terik panas nya sang surya,
dan bertarung demi anak dan keluarga mu..
Sekarang kau tak mampu tuk melawan kerasnya dunia ini,
karena kau tak gagah seperti dulu,,
kini kau hnaya bisa terbaring lemah, menunggu yang tak pasti..
Menunggu tuk bisa melihat indahnya ilalang pagi terguyur hujan..
Dan akhirnya kau pun telah leleh termakan oleh kiduk kehidupan,
berpulang ke tempat abadi,
Ke tempat dimana kau takkan meraskan lelah,
tak kau rasakan tusukan duri yang menghantam kulit mu,
yang kau rasakan hanyalah TENANG, DAMAI, dan TENTRAM..
Puisi Irma Siti Umaya
Ayah,
Tak kau kenal lelahnya kaki mu melangkah,
tak kau pedulikan terik sang surya membakar seluruh tubuh mu,
Tak pedulkkan raga mu bermandikan air yang berlomba-lomba untuk keluar,
Dan kau pun tak pernah berhenti, walau raga mu telah habis terguyur hujan..
Demi aku, anakmu, dan keluarga mu..
Ayah,
Kau pun tau, ku selalu menanti mu dibalik gelapnya malam,
dan ku sedih ketika ku tertidur, tanpa ku mendengar kata dari hati mu tuk memanggil ku..
Ketika jiwa raga, kau pertaruhkan demi sesuap nasi tuk menjalankan kewajiban mu,
bertarung melawan hantaman demi hantaman hujan,
bertarung melewati terik panas nya sang surya,
dan bertarung demi anak dan keluarga mu..
Sekarang kau tak mampu tuk melawan kerasnya dunia ini,
karena kau tak gagah seperti dulu,,
kini kau hnaya bisa terbaring lemah, menunggu yang tak pasti..
Menunggu tuk bisa melihat indahnya ilalang pagi terguyur hujan..
Dan akhirnya kau pun telah leleh termakan oleh kiduk kehidupan,
berpulang ke tempat abadi,
Ke tempat dimana kau takkan meraskan lelah,
tak kau rasakan tusukan duri yang menghantam kulit mu,
yang kau rasakan hanyalah TENANG, DAMAI, dan TENTRAM..
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Bunda Dan Ayah
BUNDA DAN AYAH
Puisi Dinda Aulia
Bunda Dan Ayah ..
tanpa kalian Aku tidak berapa disini ..
tanpa Cinta kalian..
tanpa kasih sayang ...
aku sangat berterimakasih dengan kalian,,
karena Cinta kalian berdua ...
Aku dapat berada di Dunia Ini
kalian merawat ku dari kecil sampai saat ini ..
betapa ingin membahagiakan kalian ..
Karena aku sering membuat mu kesal ..
Apabila kau telah tiada siapa yang menyuruh aku,makan,mandi,belajar dan lain2 ,,
kalian sangat berjasa !!
ohhh,,,aku sayang kaliann !!
Puisi Dinda Aulia
Bunda Dan Ayah ..
tanpa kalian Aku tidak berapa disini ..
tanpa Cinta kalian..
tanpa kasih sayang ...
aku sangat berterimakasih dengan kalian,,
karena Cinta kalian berdua ...
Aku dapat berada di Dunia Ini
kalian merawat ku dari kecil sampai saat ini ..
betapa ingin membahagiakan kalian ..
Karena aku sering membuat mu kesal ..
Apabila kau telah tiada siapa yang menyuruh aku,makan,mandi,belajar dan lain2 ,,
kalian sangat berjasa !!
ohhh,,,aku sayang kaliann !!
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Puisi Untuk Ayah - Puisi Ana Lisa Sundari
PUISI UNTUK AYAH
Puisi Ana Lisa Sundari
Ayah,...
kutatap matamu yang berkaca-kaca
ku genggam tangan mu yang mulai lemah,
ku peluk tubuhmu yang mulai rapuhh,
kubisikan padamu , 'aku sayang padamu ayah ' ...
Ayah,
kau bekerja melawan panasnya terik mataharii ,
kau bekerja melawan derasnya hujan,
hanya demi , sesuap nasi untuk keluarga inii,
hanya demi "aku' , yang tak pernah mendengarkanmu ,
Terimakasih ayah,
kau telah mendidikku, hingga aku tumbuh dewasa,
kau telah ajar kan aku, arti hidup ini,
dan karenamu, aku mampu ciptakan puisi ini hanya untukmu 'ayah',
Puisi Ana Lisa Sundari
Ayah,...
kutatap matamu yang berkaca-kaca
ku genggam tangan mu yang mulai lemah,
ku peluk tubuhmu yang mulai rapuhh,
kubisikan padamu , 'aku sayang padamu ayah ' ...
Ayah,
kau bekerja melawan panasnya terik mataharii ,
kau bekerja melawan derasnya hujan,
hanya demi , sesuap nasi untuk keluarga inii,
hanya demi "aku' , yang tak pernah mendengarkanmu ,
Terimakasih ayah,
kau telah mendidikku, hingga aku tumbuh dewasa,
kau telah ajar kan aku, arti hidup ini,
dan karenamu, aku mampu ciptakan puisi ini hanya untukmu 'ayah',
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Ayah dan Ibu
AYAH DAN IBU
Puisi Endah Ayunda Sari
Kecil ku penuh dengan keinginan
Setiap hari ku selalu dipenuhi permintaan
Menginginkan apa yang tidak dibutuhkan
Tidak peduli bagaimana caranya harus ku dapatkan
Lihatlah!
Kini aku sudah besar.
Tapi apa yang sudah ku berikan?
Masih saja mengangkat kedua tangan
Ayah yang mulai rapuh
Tangan-tangannya tidak sekuat dulu, kakinya tidak setegak dulu
Mencari nafkah demi aku anak mu
Ibu yang dulu mengandung ku
Menyusui ku, membesarkan ku dengan kedua tangannya
Dengan seluruh jiwa dan raganya
Aku tidak tau bagaimana cara membalasnya!
Saat aku tersadar, aku tidaklah akan abadi bersama mereka,
Aku tidaklah akan selalu melihat mereka.
Jauh darinya, apa aku mampu?
Aku hanya seorang anak yang sudah terbiasa hidup dan berada dalam dekapan keduanya.
Aku berdoa
Berdoa, kelak..
Siapa yang lebih dulu tiada.
Aku ataupun mereka
Aku berharap dapat membahagiakan keduanya
Dapat melihat kedua orang tua ku tersenyum
Dan berkata
"Tidaklah kita sia-sia membesarkannya"
Terimakasih ayah..
Ibuu...
Puisi Endah Ayunda Sari
Kecil ku penuh dengan keinginan
Setiap hari ku selalu dipenuhi permintaan
Menginginkan apa yang tidak dibutuhkan
Tidak peduli bagaimana caranya harus ku dapatkan
Lihatlah!
Kini aku sudah besar.
Tapi apa yang sudah ku berikan?
Masih saja mengangkat kedua tangan
Ayah yang mulai rapuh
Tangan-tangannya tidak sekuat dulu, kakinya tidak setegak dulu
Mencari nafkah demi aku anak mu
Ibu yang dulu mengandung ku
Menyusui ku, membesarkan ku dengan kedua tangannya
Dengan seluruh jiwa dan raganya
Aku tidak tau bagaimana cara membalasnya!
Saat aku tersadar, aku tidaklah akan abadi bersama mereka,
Aku tidaklah akan selalu melihat mereka.
Jauh darinya, apa aku mampu?
Aku hanya seorang anak yang sudah terbiasa hidup dan berada dalam dekapan keduanya.
Aku berdoa
Berdoa, kelak..
Siapa yang lebih dulu tiada.
Aku ataupun mereka
Aku berharap dapat membahagiakan keduanya
Dapat melihat kedua orang tua ku tersenyum
Dan berkata
"Tidaklah kita sia-sia membesarkannya"
Terimakasih ayah..
Ibuu...
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Puisi untuk Ayahandaku Tercinta
PUISI UNTUK AYAHANDAKU TERCINTA
Puisi Abdul Muhyi
Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Walau sekejap saja
Aku akan selalu berada di dekatnya
Merangkulnya
Meremas jemarinya
Mendengar pepatahnya yang sahdu
Membasuh kakinya yang kokoh
Mencium bau keringatnya yang segar
Menatap kedipan matanya yang lembut
Merasakan hembusan nafasnya yang hangat
Mendengar desiran aliran darahnya yang bergemuruh penuh asa
Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Aku akan menari untuk istirahatnya
Bernyanyi untuk istirahatnya
Tertawa untuk istirahatnya
Tertawa bersamanya
Tidur bersamanya diranjang empuk yang wangi akan parfum kesayangannya.
Puisi Abdul Muhyi
Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Walau sekejap saja
Aku akan selalu berada di dekatnya
Merangkulnya
Meremas jemarinya
Mendengar pepatahnya yang sahdu
Membasuh kakinya yang kokoh
Mencium bau keringatnya yang segar
Menatap kedipan matanya yang lembut
Merasakan hembusan nafasnya yang hangat
Mendengar desiran aliran darahnya yang bergemuruh penuh asa
Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Aku akan menari untuk istirahatnya
Bernyanyi untuk istirahatnya
Tertawa untuk istirahatnya
Tertawa bersamanya
Tidur bersamanya diranjang empuk yang wangi akan parfum kesayangannya.
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Puisi "Ayahku"
AYAHKU
Puisi Siti Halimah
Walaupun kau sering memarahiku,
Walaupun kau sering menegurku,
Kau tetap Ayahku.
Ayah yang baik bagiku dan keluarga.
Ayah yang menafkahiku tanpa jera.
Kau yang membuatku sadar Ayah,
bahwa hidup itu adalah tantangan.
hidup itu adalah kenyataan yang harus dihadapi tanpa mengenal rasa takut.
Terima Kasih ya Ayah...
Kau adalah pelindungku dan keluarga...
Puisi Siti Halimah
Walaupun kau sering memarahiku,
Walaupun kau sering menegurku,
Kau tetap Ayahku.
Ayah yang baik bagiku dan keluarga.
Ayah yang menafkahiku tanpa jera.
Kau yang membuatku sadar Ayah,
bahwa hidup itu adalah tantangan.
hidup itu adalah kenyataan yang harus dihadapi tanpa mengenal rasa takut.
Terima Kasih ya Ayah...
Kau adalah pelindungku dan keluarga...
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Bapak, ini Tentang Rinduku
BAPAK INI TENTANG RINDUKU
Puisi Kang Barok
"ku tulis petuahmu dihatiku
dengan cahaya tinta menyala
agar hati dan jiwa ini terang dari gelap
ketika fitnah dunia ingin melahap
surbanmu lusuh oleh pengalaman
namun tetap putih oleh ilmu
keringatmu masih tercium
tiap kali bibir ini memanggilmu
Bapak, ingatku tanpa segan dulu naik ke bahumu, bahkan
beranjak besar tanpa sadar membebani bahumu
aku belum cukup berbakti
setelah kini engkau mempunyai menantu..
sadar'ku sepi merangkulmu , sedang
aku tetap belum tegap berdiri
tanpa petuah dan bimbingan yang sesering dulu
yang lelahku berakhir dipangkuanmu
dan belaianmu segarkan semangat...
aku masih belum cukup berbakti
maka gelisahku diseberang jalan ini
termenung rindu menatap awan berarak
arahnya mengajakku pulang
'ku hanya tersenyum menitip salam
" Bapak, doakan anakmu menjadi seperti harapan
yang tiap sujud kau bisikkan..."
aku masih masih belum cukup berbakti,
maafkan anakmu...
by: antologi puisi kangbarok
Puisi Kang Barok
"ku tulis petuahmu dihatiku
dengan cahaya tinta menyala
agar hati dan jiwa ini terang dari gelap
ketika fitnah dunia ingin melahap
surbanmu lusuh oleh pengalaman
namun tetap putih oleh ilmu
keringatmu masih tercium
tiap kali bibir ini memanggilmu
Bapak, ingatku tanpa segan dulu naik ke bahumu, bahkan
beranjak besar tanpa sadar membebani bahumu
aku belum cukup berbakti
setelah kini engkau mempunyai menantu..
sadar'ku sepi merangkulmu , sedang
aku tetap belum tegap berdiri
tanpa petuah dan bimbingan yang sesering dulu
yang lelahku berakhir dipangkuanmu
dan belaianmu segarkan semangat...
aku masih belum cukup berbakti
maka gelisahku diseberang jalan ini
termenung rindu menatap awan berarak
arahnya mengajakku pulang
'ku hanya tersenyum menitip salam
" Bapak, doakan anakmu menjadi seperti harapan
yang tiap sujud kau bisikkan..."
aku masih masih belum cukup berbakti,
maafkan anakmu...
by: antologi puisi kangbarok
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Puisi Kembalikan
KEMBALIKAN
Puisi Dias Nurhadias
sekarang aku sendiri
esok entah siapa lagi yang pergi
lelah kutatapi sepi
siang pagi dijejali elegi
malam tetap saja
tenggelam tanpa irama gundah
setiap jendela ku telaah
telingaku tetap tak remah
sempat aku mengarib keluh
relakan asa pergi menjauh
sepi menjadikanku rubuh
rubuh hingga tersimpuh
aku ingin bising tawa ayah kembali
aku ingin nenek memekik nama ku lagi
aku ingin mendengar sahabtku bernyanyi
aku ingin mereka hadir . . !!
meski tanpa nyawa seperti sediakala
Puisi Dias Nurhadias
sekarang aku sendiri
esok entah siapa lagi yang pergi
lelah kutatapi sepi
siang pagi dijejali elegi
malam tetap saja
tenggelam tanpa irama gundah
setiap jendela ku telaah
telingaku tetap tak remah
sempat aku mengarib keluh
relakan asa pergi menjauh
sepi menjadikanku rubuh
rubuh hingga tersimpuh
aku ingin bising tawa ayah kembali
aku ingin nenek memekik nama ku lagi
aku ingin mendengar sahabtku bernyanyi
aku ingin mereka hadir . . !!
meski tanpa nyawa seperti sediakala
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Mana Rasa Belas Kasihmu?
MANA BELAS KASIHMU?
Puisi Feby Rizqi
Ayah ..
Dirimu tak tau
Seberapa besar dosamu kepada kami
Mungkin kau hanya tau
Masih adakah rasa belas kasih kami untukmu
Tidak ada rasa belas kasih kami untukmu
Karna engkau..
Hidup kami sengsara
Hidup kami menderita
Apa kau tak ingat
Kau sudah meninggalkan kami begitu saja
Kau sudah telantarkan kami
Mana rasa belas kasihmu untuk kami ?
Aku sungguh menyesal
Mempunyai ayah sepertimu
Yang tak tau dosa
Dan rasa belas kasih
Puisi Feby Rizqi
Ayah ..
Dirimu tak tau
Seberapa besar dosamu kepada kami
Mungkin kau hanya tau
Masih adakah rasa belas kasih kami untukmu
Tidak ada rasa belas kasih kami untukmu
Karna engkau..
Hidup kami sengsara
Hidup kami menderita
Apa kau tak ingat
Kau sudah meninggalkan kami begitu saja
Kau sudah telantarkan kami
Mana rasa belas kasihmu untuk kami ?
Aku sungguh menyesal
Mempunyai ayah sepertimu
Yang tak tau dosa
Dan rasa belas kasih
Home » Posts filed under Puisi Ayah
Ayah
AYAH
Puisi Ndah Nurul Sapitri
ayah
kau segla nya bagi ku
semua pnyeslan yg ttrjadii slama nii tlah ku rasa kan
knii tak bisa lgii ku mngucap maap
dan bilang kalo ku tellah menyesal belum bisa buatt mu bahagia
ayah
hnya doa yg sekarang aku bsa brikan pda mu
semoga kau di sana bahagia
dan di tempat kan di sisi nya
ayah
kini aku rindu pada mu yah
kini rasa nya ku brttemu , trtawa , bercanda bareng lagi yah
tapi smua keinganan ttuh tak kan prnah terjadi
dan hnya kenangan yg bisa ku inget saat bersama mu
tapi aku yakin di sana kau mendoa kan aku yah
dan aku janji khant ku jga ibu dan adik - adik ku sesuai dngn keinginan mu yah :(
Puisi Ndah Nurul Sapitri
ayah
kau segla nya bagi ku
semua pnyeslan yg ttrjadii slama nii tlah ku rasa kan
knii tak bisa lgii ku mngucap maap
dan bilang kalo ku tellah menyesal belum bisa buatt mu bahagia
ayah
hnya doa yg sekarang aku bsa brikan pda mu
semoga kau di sana bahagia
dan di tempat kan di sisi nya
ayah
kini aku rindu pada mu yah
kini rasa nya ku brttemu , trtawa , bercanda bareng lagi yah
tapi smua keinganan ttuh tak kan prnah terjadi
dan hnya kenangan yg bisa ku inget saat bersama mu
tapi aku yakin di sana kau mendoa kan aku yah
dan aku janji khant ku jga ibu dan adik - adik ku sesuai dngn keinginan mu yah :(