HIDUP DALAM KEGELAPAN
Puisi Siti Halimah
Gadis yang kuat.
Gadis yang pemberani.
Hidup dalam kegelapan,
membuat dirinya seperti memiliki ribuan harapan.
kelembutan hati,
tata cara dia berbicara,
semua terpancar dari senyumnya.
Kadang orang tak percaya,
hidup dalam kegelapan itu suram,
hidup dalam kegelapan itu sangat tidak menyenangkan.
tapi bagi Gadis yang satu ini,
semua itu salah.
Gadis ini menyukai hidup dalam kegelapan.
karna baginya, percuma dia bisa melihat dunia...
karna dunia itu tidak pantas untuk dilihat.
dunia itu penuh dengan tipu muslihat.
Jadi,
jadilah diri sendiri.
hidup dalam kegalapan adalah salah satu karunia dariNya.
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Harapan Kesunyian Hati
HARAPAN KESUNYIAN HATI
Puisi Geri Susino
Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………
Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?
Kurasa semua bukan seperti ini
Mungkin masih ada titik terang
Yang akan menyinari kegelapan hati
Memberi pujian untuk diri sendiri
Meredamkan semua yang ada saat ini
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini
Puisi Geri Susino
Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………
Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?
Kurasa semua bukan seperti ini
Mungkin masih ada titik terang
Yang akan menyinari kegelapan hati
Memberi pujian untuk diri sendiri
Meredamkan semua yang ada saat ini
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Semua Ada
SEMUA ADA
Puisi Issak
Ribuan mata memandanng,
Ratusan wajah menengadah,
Semua seakan binatang
Suara jeritan pu tak di dengar.
Suara....
Hina...........
Benci.......
Semua dirasakan dalam dada
Raja-raja yang berada dikursi goyang,
Lihat kebawah,
Kami tengadah menaruh harapan
belasan kasih kau yang kuasa
Puisi Issak
Ribuan mata memandanng,
Ratusan wajah menengadah,
Semua seakan binatang
Suara jeritan pu tak di dengar.
Suara....
Hina...........
Benci.......
Semua dirasakan dalam dada
Raja-raja yang berada dikursi goyang,
Lihat kebawah,
Kami tengadah menaruh harapan
belasan kasih kau yang kuasa
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Senandung Gemerisik Tanya
SENANDUNG GEMERISIK TANYA
Puisi Ariessa
Tatkala hati dipenuhi tanya
Masih layakkah tepian telaga hati untuk didatangi...
Tatkala hati bersimbah tanya
Masih pantaskah genta rindu berkumandang...
Dan....
Ketika selaksa bintang yang biasa membias malam
Tak lagi setia menanti di tepian telaga hati...
serta...
Ketika kerlip kunang-kunang yang biasa menemani malam
Tak lagi mampu menyenandungkan kidung rindu
Langkah lunglai yang tetap mencoba melangkah meski tertatih
Harus terhenti, tatkala tersandung onak duri yg terselip di hati
Membuat segala angan dan harap yang telah terjalin rapi
Kembali terusik gemerisik tanya yang berkumandang
Akankah semua Asa tetap tersandar di dermaga jiwa....
Puisi Ariessa
Tatkala hati dipenuhi tanya
Masih layakkah tepian telaga hati untuk didatangi...
Tatkala hati bersimbah tanya
Masih pantaskah genta rindu berkumandang...
Dan....
Ketika selaksa bintang yang biasa membias malam
Tak lagi setia menanti di tepian telaga hati...
serta...
Ketika kerlip kunang-kunang yang biasa menemani malam
Tak lagi mampu menyenandungkan kidung rindu
Langkah lunglai yang tetap mencoba melangkah meski tertatih
Harus terhenti, tatkala tersandung onak duri yg terselip di hati
Membuat segala angan dan harap yang telah terjalin rapi
Kembali terusik gemerisik tanya yang berkumandang
Akankah semua Asa tetap tersandar di dermaga jiwa....
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Jalan Hidupku Jalan Perantau
JALAN HIDUPKU JALAN PERANTAU
Puisi Muhammad Rianda Safriyanto
Mendung dihati, awan kelabu tak kunjung pergi.
Berjalan berteman bayangan ragawi
Tertatih-tatih merintihkan yang terjadi
Menghapus jejak yang tak bisa hilang lagi.
Aku mati-matian hanya untuk mengejar impian
Meski tak masuk akal, tapi tetap kutahan
Bukan alasan tuk memandang kesedihan
Aku mengejar masa depan, mengejar yang kuidamkan
Mimpi tak seindah kenyataan
Perantauan jadi pilihan
Mengais rezeki, mencari makan
Nasihat orang tua jadi pedoman
Walau kenyataan pahit resah dan bimbang
Tiada senyuman, tiada kasih sayang
Mereka ingin marah, aku terima
Mereka ingin memfitnah, aku terima
Mereka ingin membenciku, aku terima
Mereka ingin tertawa mengejekku, tetap aku terima
Apalah daya ingin melawan…
Aku ditanah orang, bukan di kampung halaman
Tak ada perlindungan, tak ada perhatian
Mengharap belas kasihan tuk meneruskan kehidupan
Berdoa berharap ini takkan terulang.
Apakah salah aku ingin maju ?
Apakah salah nanti ku tak ingin malu ?
Aku hanya berusaha berbuat segalanya
Aku mau orang tuaku bangga
Aku ingin dihargai mereka
Aku masih meraih cita-cita
Walau terkadang mau menyerah
Ingin rasanya punya teman sehati
Berbagi hidup meski dalam mimpi
Mendekap erat berbagi kisah nurani
Menangis merintih dan tak ingin berhenti
Ya biarlah, tak ada arti direnungi
Kuingin buat kisah sejati
Agar dikenang dan dihargai
Perjuangan perantau yang mandiri
Mencoba berhasil karena diri sendiri
Karena inilah jalan hidupku saat ini
Puisi Muhammad Rianda Safriyanto
Mendung dihati, awan kelabu tak kunjung pergi.
Berjalan berteman bayangan ragawi
Tertatih-tatih merintihkan yang terjadi
Menghapus jejak yang tak bisa hilang lagi.
Aku mati-matian hanya untuk mengejar impian
Meski tak masuk akal, tapi tetap kutahan
Bukan alasan tuk memandang kesedihan
Aku mengejar masa depan, mengejar yang kuidamkan
Mimpi tak seindah kenyataan
Perantauan jadi pilihan
Mengais rezeki, mencari makan
Nasihat orang tua jadi pedoman
Walau kenyataan pahit resah dan bimbang
Tiada senyuman, tiada kasih sayang
Mereka ingin marah, aku terima
Mereka ingin memfitnah, aku terima
Mereka ingin membenciku, aku terima
Mereka ingin tertawa mengejekku, tetap aku terima
Apalah daya ingin melawan…
Aku ditanah orang, bukan di kampung halaman
Tak ada perlindungan, tak ada perhatian
Mengharap belas kasihan tuk meneruskan kehidupan
Berdoa berharap ini takkan terulang.
Apakah salah aku ingin maju ?
Apakah salah nanti ku tak ingin malu ?
Aku hanya berusaha berbuat segalanya
Aku mau orang tuaku bangga
Aku ingin dihargai mereka
Aku masih meraih cita-cita
Walau terkadang mau menyerah
Ingin rasanya punya teman sehati
Berbagi hidup meski dalam mimpi
Mendekap erat berbagi kisah nurani
Menangis merintih dan tak ingin berhenti
Ya biarlah, tak ada arti direnungi
Kuingin buat kisah sejati
Agar dikenang dan dihargai
Perjuangan perantau yang mandiri
Mencoba berhasil karena diri sendiri
Karena inilah jalan hidupku saat ini
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Mati Ditelan Bumi
MATI DITELAN BUMI
Puisi Muhammad Rianda Safriyanto
Langit telah mendung untuk selamanya.
Hujan deras mengguyur tanpa henti.
Tiada pelangi, tiada warna-warni.
Tersapu, tenggelam,
Seperti pasir yang diterjang ombak lautan.
Ganas, garang, seakan hancur tak berbentuk lagi.
Laksana berdiri di karang yang rapuh,
Aku menjadi goyah, penuh keraguan.
Angan yang kupilih, tertiup sia-sia dan menjauh
Tak ada harapan, tak ada impian.
Ibarat burung kehilangan sayapnya,
Tak bisa menjelajahi langit berteman matahari .
Aku telah lupa untuk melanglang buana,
mencari cinta di dalam hati.
Ibarat ikan yang tiada siripnya,
Tak bisa menyelami ke dasar sanubari.
Aku telah lalai menyelami, siapa aku ini,
Jati diri macam apakah aku ini.
Ibarat singa yang patah taringnya,
Telah gagal menjadi pemimpin hati sendiri.
Aku sadari dan mengangkat kepala,
Entah mengapa harus terjadi.
Bumi yang terpijak telah salah memilihku.
Seolah menarikku dan ingin mengenyahkanku.
Melemparkanku ke tanah gersang dan kering.
Bermandikan debu kotor, jijik dan bising.
Andai bisa memilih,
tutupkanlah hati ini,
Kacaukanlah fikiran ini.
Agar aku tak dapat menikmati keindahan dunia ini,
Agar aku tak dapat merasakan surga duniawi,
Agar aku tak dapat menginjakkan kaki ke neraka Ilahi.
Butakah mataku ini ?
Yang hanya melirik kegemerlapan disana-sini.
Tanpa melihat semua intisari.
Tulikah aku ini ?
Tak bisa mendengar senda gurau para bidadari.
Tertawaan, hinaan, dan cacian jadi alunan musik nan indah sehari-hari.
Bisukah aku ini ?
Berdiam diri tanpa menyairkan senandung merdu melodi.
Berdendang riang gembira bersama kicau burung kasuari.
lupakah aku ini ?
Kurang bersyukur dari rezeki
Kurang berterima kasih atas kecukupan selama ini.
Kurang puas dan ingin selalu minta lebih.
Bodohnya aku ini,
Yang tak sadar akan semua ini.
Akhiratlah stasiun saatku mati.
Tempat membalas kelakuanku di bumi.
Dimana tubuhku tak hancur dan abadi.
Aku ini hanya berasal dari setetes mani
Yang dibesarkan ibu dengan cinta kasih.
Dididik dan diajari
Sopan santun dan budi pekerti.
Buat apa rela bercucuran keringat,
Buat apa rela bermandikan darah,
Tak kusesali segala yang kubuat,
Karena aku harap ini berakhir indah.
Tak kan aku tangisi,
Karena mati ditelan bumi, itu jauh lebih berarti.
Dari pada hidup bertemankan sepi.
Mengurung diri dan berteriak tanpa henti.
Ampunan tak kan lagi kuberi.
Kan kupelajari penyesalan ini.
Bangun dari pembaringan dan bangkit kembali.
Untuk esok yang lebih cerah bagai mentari.
Puisi Muhammad Rianda Safriyanto
Langit telah mendung untuk selamanya.
Hujan deras mengguyur tanpa henti.
Tiada pelangi, tiada warna-warni.
Tersapu, tenggelam,
Seperti pasir yang diterjang ombak lautan.
Ganas, garang, seakan hancur tak berbentuk lagi.
Laksana berdiri di karang yang rapuh,
Aku menjadi goyah, penuh keraguan.
Angan yang kupilih, tertiup sia-sia dan menjauh
Tak ada harapan, tak ada impian.
Ibarat burung kehilangan sayapnya,
Tak bisa menjelajahi langit berteman matahari .
Aku telah lupa untuk melanglang buana,
mencari cinta di dalam hati.
Ibarat ikan yang tiada siripnya,
Tak bisa menyelami ke dasar sanubari.
Aku telah lalai menyelami, siapa aku ini,
Jati diri macam apakah aku ini.
Ibarat singa yang patah taringnya,
Telah gagal menjadi pemimpin hati sendiri.
Aku sadari dan mengangkat kepala,
Entah mengapa harus terjadi.
Bumi yang terpijak telah salah memilihku.
Seolah menarikku dan ingin mengenyahkanku.
Melemparkanku ke tanah gersang dan kering.
Bermandikan debu kotor, jijik dan bising.
Andai bisa memilih,
tutupkanlah hati ini,
Kacaukanlah fikiran ini.
Agar aku tak dapat menikmati keindahan dunia ini,
Agar aku tak dapat merasakan surga duniawi,
Agar aku tak dapat menginjakkan kaki ke neraka Ilahi.
Butakah mataku ini ?
Yang hanya melirik kegemerlapan disana-sini.
Tanpa melihat semua intisari.
Tulikah aku ini ?
Tak bisa mendengar senda gurau para bidadari.
Tertawaan, hinaan, dan cacian jadi alunan musik nan indah sehari-hari.
Bisukah aku ini ?
Berdiam diri tanpa menyairkan senandung merdu melodi.
Berdendang riang gembira bersama kicau burung kasuari.
lupakah aku ini ?
Kurang bersyukur dari rezeki
Kurang berterima kasih atas kecukupan selama ini.
Kurang puas dan ingin selalu minta lebih.
Bodohnya aku ini,
Yang tak sadar akan semua ini.
Akhiratlah stasiun saatku mati.
Tempat membalas kelakuanku di bumi.
Dimana tubuhku tak hancur dan abadi.
Aku ini hanya berasal dari setetes mani
Yang dibesarkan ibu dengan cinta kasih.
Dididik dan diajari
Sopan santun dan budi pekerti.
Buat apa rela bercucuran keringat,
Buat apa rela bermandikan darah,
Tak kusesali segala yang kubuat,
Karena aku harap ini berakhir indah.
Tak kan aku tangisi,
Karena mati ditelan bumi, itu jauh lebih berarti.
Dari pada hidup bertemankan sepi.
Mengurung diri dan berteriak tanpa henti.
Ampunan tak kan lagi kuberi.
Kan kupelajari penyesalan ini.
Bangun dari pembaringan dan bangkit kembali.
Untuk esok yang lebih cerah bagai mentari.
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Senandung Kalam Menyentuh Kelam
SENANDUNG KALAM MENYENTUH KELAM
Puisi Haniswita
Ketika sulaman mimpi merajut indah
Bersama kelamnya sang malam
Disaat seribu satu hal menyatu
Yang terasa hanyalah
Sepi….
Kelam…
Dingin….
Tapi semua segera berakir
Ketika sayup-sayup kalamullah
Merasuk dalam kelamnya malam
Jiwaku serasa tersentak
Ketika diriku diguncang keindahan malam
Sebab waktu berlari dari mimpi
Mengirimkan bintang redup kepada diriku
Yang tersulam menjadi serpihan sepi
Bersama sang Khalik
Payakumbuh, February 2012
Puisi Haniswita
Ketika sulaman mimpi merajut indah
Bersama kelamnya sang malam
Disaat seribu satu hal menyatu
Yang terasa hanyalah
Sepi….
Kelam…
Dingin….
Tapi semua segera berakir
Ketika sayup-sayup kalamullah
Merasuk dalam kelamnya malam
Jiwaku serasa tersentak
Ketika diriku diguncang keindahan malam
Sebab waktu berlari dari mimpi
Mengirimkan bintang redup kepada diriku
Yang tersulam menjadi serpihan sepi
Bersama sang Khalik
Payakumbuh, February 2012
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Mesjid Ini - Puisi Pelontar Bunga
MESJID INI
Puisi Pelontar Bunga
Aku sujud
kadang aku paksa rukuk
ku paksa juga untuk sebelumnya berudhuk
beberapa tahun belakang aku memang marasa sudah kena kutuk
Apalah tidak
banyak udhuk
sholat tak menadi khusuk
yang ku ingat hanya masalah busuk
uang uang yang membuat jalan dunia akhiratku terpuruk
Kali ini
dalam mesjid ini
dari tempat ini
aku catat
aku buat
aku angkat
dagu yang mulai sombong dan pongak
tertunduk malu
ketika pernah bermaksiat dulu
ketika pernah tak malu
pada Tuhan Allah yang satu
Kali ini
dalam mesjid besar ini
dari dalam hati
dari dalam rasa yang menggantung dalam diri
aku rukuk ikhlas menyembah hanya pada illahi Robbi
Allah yang selalu menenangkan hati
ibarat kata si Edo bahwa kita tak boleh was-was dalam diri
sebab Allah selalu menyertai
Allah
dalam mesjid ini
ku rangkul seribu doa
ku rangkul seribu cita cita
kungkapkan apa adanya
tanpa ada unsure rekayasa
sebab tanpa begitu pun engkau tahu akku ini apa
hatiku bagaimana
sikapku untuk apa
pemikiranku kemana
jadi aku tak perlu berdusta
Allah yang Maha kasih
yang maha sayang
yang maha tak terbilang
yang aku pun hanya mahkluk kecil yang meminta dibawah naungan rembulan
lampuni akku , orang tuaku, jadikanlah usahaku dengan doaku dan mimpi ini nyata dan terbukti
bukankah aku kecil ya Allah, apakah engkau merasa terbebani dengan perminttan kecil dari Hamba yang kecil ini
aku fikir tidak ya Allah
sebab tanpa berfikirpun aku engkau sudah tahu
karena engkau adalah hidup dan matiku
engkau Illahku
engakau Robbku
Puisi Pelontar Bunga
Aku sujud
kadang aku paksa rukuk
ku paksa juga untuk sebelumnya berudhuk
beberapa tahun belakang aku memang marasa sudah kena kutuk
Apalah tidak
banyak udhuk
sholat tak menadi khusuk
yang ku ingat hanya masalah busuk
uang uang yang membuat jalan dunia akhiratku terpuruk
Kali ini
dalam mesjid ini
dari tempat ini
aku catat
aku buat
aku angkat
dagu yang mulai sombong dan pongak
tertunduk malu
ketika pernah bermaksiat dulu
ketika pernah tak malu
pada Tuhan Allah yang satu
Kali ini
dalam mesjid besar ini
dari dalam hati
dari dalam rasa yang menggantung dalam diri
aku rukuk ikhlas menyembah hanya pada illahi Robbi
Allah yang selalu menenangkan hati
ibarat kata si Edo bahwa kita tak boleh was-was dalam diri
sebab Allah selalu menyertai
Allah
dalam mesjid ini
ku rangkul seribu doa
ku rangkul seribu cita cita
kungkapkan apa adanya
tanpa ada unsure rekayasa
sebab tanpa begitu pun engkau tahu akku ini apa
hatiku bagaimana
sikapku untuk apa
pemikiranku kemana
jadi aku tak perlu berdusta
Allah yang Maha kasih
yang maha sayang
yang maha tak terbilang
yang aku pun hanya mahkluk kecil yang meminta dibawah naungan rembulan
lampuni akku , orang tuaku, jadikanlah usahaku dengan doaku dan mimpi ini nyata dan terbukti
bukankah aku kecil ya Allah, apakah engkau merasa terbebani dengan perminttan kecil dari Hamba yang kecil ini
aku fikir tidak ya Allah
sebab tanpa berfikirpun aku engkau sudah tahu
karena engkau adalah hidup dan matiku
engkau Illahku
engakau Robbku
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Kosong - Puisi Nurul Laily
KOSONG
Puisi Nurul Laily
Pikiran hampa membawa kekosongan
Melayang jauh menembus langit dunia
Saat bintang memberikan kedipnya
Tapi semua kosong tak berisi
Teringat saat bulan menyapa
Sayup angin membisikkan kesedihannya
Rumput meratapi kehancuran
Air mata langit jatuh membelah bumi
Tapi tak seorangpun mau terima
Kehadiran sebuah kenyataan
Tersadar oleh rayuan mentari
Tetesan embun jatuh dari mata hati
Membawa jiwa dalam kalbu
Hati memanti lilin menyala
Puisi Nurul Laily
Pikiran hampa membawa kekosongan
Melayang jauh menembus langit dunia
Saat bintang memberikan kedipnya
Tapi semua kosong tak berisi
Teringat saat bulan menyapa
Sayup angin membisikkan kesedihannya
Rumput meratapi kehancuran
Air mata langit jatuh membelah bumi
Tapi tak seorangpun mau terima
Kehadiran sebuah kenyataan
Tersadar oleh rayuan mentari
Tetesan embun jatuh dari mata hati
Membawa jiwa dalam kalbu
Hati memanti lilin menyala
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Sang Mentari - Puisi Siti Halimah
SANG MENTARI
Puisi Siti Halimah
Ketika sang mentari mulai memperlihatkan wujudnya,
Bumi,tanah,dan langit berkata...
Bangunlah....
Hari yang baru mulai menghampiri....
Percaya atau tidak,
Bumi,tanah,dan langit memang selalu mengingatkan kita....
12 jam sang mentari menemani hari-hari kita....
Menyinari dunia tanpa lelah....
Andai sang mentari bisa berbicara,
Pasti dia akan berkata....
Janganlah kalian memarahiku...
Janganlah kalian membenciku....
Karna ini semua kulakukan atas titah dari penciptaku.... "
Puisi Siti Halimah
Ketika sang mentari mulai memperlihatkan wujudnya,
Bumi,tanah,dan langit berkata...
Bangunlah....
Hari yang baru mulai menghampiri....
Percaya atau tidak,
Bumi,tanah,dan langit memang selalu mengingatkan kita....
12 jam sang mentari menemani hari-hari kita....
Menyinari dunia tanpa lelah....
Andai sang mentari bisa berbicara,
Pasti dia akan berkata....
Janganlah kalian memarahiku...
Janganlah kalian membenciku....
Karna ini semua kulakukan atas titah dari penciptaku.... "
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Penantianku - Puisi Santy
PENANTIANKU
Puisi Santy
Rasa sepi tanpa kehadiranya,..
membuatku merasakan dingin malam kesunyian,.
Menunggu tanpa kepastian,
Melamun tanpa tujuan,..
Perpisahan Q dengannya,
suatu hal yang sangat berharga,
membuatku ingin slalu mengenangnya,
dan takkan pernah terlupakan,.
Tapi,..
Ku sadar,itu hanya sebuah khayalan belaka,.
yang menggores luka,
penantianlah yang bisa kulakukan,
meski Q tak pernah tau,.
kapan akan berakhir penantianku ini,...
Puisi Santy
Rasa sepi tanpa kehadiranya,..
membuatku merasakan dingin malam kesunyian,.
Menunggu tanpa kepastian,
Melamun tanpa tujuan,..
Perpisahan Q dengannya,
suatu hal yang sangat berharga,
membuatku ingin slalu mengenangnya,
dan takkan pernah terlupakan,.
Tapi,..
Ku sadar,itu hanya sebuah khayalan belaka,.
yang menggores luka,
penantianlah yang bisa kulakukan,
meski Q tak pernah tau,.
kapan akan berakhir penantianku ini,...
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Inilah Aku
INILAH AKU
Puisi Handaka Sugito
Inilah aku...
Aku yang begitu mengagumimu
Aku yang begitu takjub karenamu
Aku yang begitu bangga menjadi bagian dalam sejarah hidupmu
Inilah aku...
Aku yang selalu melihat senyum manismu
Aku yang selalu mendengar ceritamu
Aku yang selalu menatap mata indahmu
Aku yang selalu berharap mendengar suaramu
Inilah aku...
Aku senantiasa memohon agar kau tak pergi
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menyesali diri
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menangis lagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk berbagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk slalu ada dihati
Inilah aku....
Aku sangat menyayangimu...
Meski aku sadar, bahwa rasa sayang itu saja tak cukup
Meski aku sadar, bahwa kebahagian untukmu belumlah cukup
Tapi aku yakin, bahwa itu semua hanya soal waktu yang serasa belum cukup
Karenamu hari-hariku menjadi lebih hidup
Samarinda, 20 Pebruari 2012
Puisi Handaka Sugito
Inilah aku...
Aku yang begitu mengagumimu
Aku yang begitu takjub karenamu
Aku yang begitu bangga menjadi bagian dalam sejarah hidupmu
Inilah aku...
Aku yang selalu melihat senyum manismu
Aku yang selalu mendengar ceritamu
Aku yang selalu menatap mata indahmu
Aku yang selalu berharap mendengar suaramu
Inilah aku...
Aku senantiasa memohon agar kau tak pergi
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menyesali diri
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menangis lagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk berbagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk slalu ada dihati
Inilah aku....
Aku sangat menyayangimu...
Meski aku sadar, bahwa rasa sayang itu saja tak cukup
Meski aku sadar, bahwa kebahagian untukmu belumlah cukup
Tapi aku yakin, bahwa itu semua hanya soal waktu yang serasa belum cukup
Karenamu hari-hariku menjadi lebih hidup
Samarinda, 20 Pebruari 2012
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Buka Hatimu - Puisi Siti Halimah
BUKA HATIMU
Puisi Siti Halimah
Perihnya hati ini...
selalu saja kau tolak diriku.
kau campakkan aku semaumu.
kau usir aku seenakmu.
Sekian lama aku berusaha,
namun tak jua kau berikan aku kesempatan.
BUKA HATIMU.
bukalah sedikit untukku.
aku ingin menjadi seseorang yang bisa melindungimu.
aku ingin menjadi orang yang kau cintai...
Andai aku tak pernah mengenalmu,
mungkin aku tak akan mengemis cinta padamu...
Puisi Siti Halimah
Perihnya hati ini...
selalu saja kau tolak diriku.
kau campakkan aku semaumu.
kau usir aku seenakmu.
Sekian lama aku berusaha,
namun tak jua kau berikan aku kesempatan.
BUKA HATIMU.
bukalah sedikit untukku.
aku ingin menjadi seseorang yang bisa melindungimu.
aku ingin menjadi orang yang kau cintai...
Andai aku tak pernah mengenalmu,
mungkin aku tak akan mengemis cinta padamu...
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Cerita Di Langit Biru
CERITA DI LANGIT BIRU
Puisi Erick Hidayat
Tak pernah kukira, tak pernah kuduga…
Aku kini bisa dan telah mengenalnya;
Gadis belia yang ragam akan pesona—
Senandungkan langit biru dengan sebuah cerita.
Masih lekat tersimpan dalam ingatan
ketika pertama kali kupandangi gambarmu;
Rasa kagum perlahan merambat— getarkan hati
bagai sebuah simfoni.
Ingin rasanya aku bernyanyi— bersama burung nuri—
‘tuk puitiskan pagi, agar kau senantiasa bersemi
dihati— bersama warna-warni hari.
Kini waktu ‘tlah melukiskan
kehadiranmu secara perlahan;
Nada suaramu cerminkan keramahan.
Bahkan menyenangkan meki lewat tanya— jawab
Sekalipun.
Hingga aku sempat berpikir,
corak dan warnamu tak seirama dengan
bunga-bunga lain yang sempat aku kagumi.
Kata demi kata telah ku utarakan
kini menggumpal menjadi sebuah pertanyaan
dan sebuah harapan— di hati yang tengah diliputi
bayang dan angan.
Malam yang romantis ‘tlah lumuri
aku dengan warna bertajuk melankolis
semua ini akan lebih bernakna
jika kau berada disini, disampingku ini
‘tuk renangai wajah malam yang kian menawan hati.
Copyright © Erick Hidayat
Puisi Erick Hidayat
Tak pernah kukira, tak pernah kuduga…
Aku kini bisa dan telah mengenalnya;
Gadis belia yang ragam akan pesona—
Senandungkan langit biru dengan sebuah cerita.
Masih lekat tersimpan dalam ingatan
ketika pertama kali kupandangi gambarmu;
Rasa kagum perlahan merambat— getarkan hati
bagai sebuah simfoni.
Ingin rasanya aku bernyanyi— bersama burung nuri—
‘tuk puitiskan pagi, agar kau senantiasa bersemi
dihati— bersama warna-warni hari.
Kini waktu ‘tlah melukiskan
kehadiranmu secara perlahan;
Nada suaramu cerminkan keramahan.
Bahkan menyenangkan meki lewat tanya— jawab
Sekalipun.
Hingga aku sempat berpikir,
corak dan warnamu tak seirama dengan
bunga-bunga lain yang sempat aku kagumi.
Kata demi kata telah ku utarakan
kini menggumpal menjadi sebuah pertanyaan
dan sebuah harapan— di hati yang tengah diliputi
bayang dan angan.
Malam yang romantis ‘tlah lumuri
aku dengan warna bertajuk melankolis
semua ini akan lebih bernakna
jika kau berada disini, disampingku ini
‘tuk renangai wajah malam yang kian menawan hati.
Copyright © Erick Hidayat
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Aku - Puisi Esty
AKU
Puisi Esty
Aku adalah seorang anak yang masih memerlukan,
membutuhkan, menginginkan perhatian
dan kasih sayang dari mereka orang tua ku.
Aku adalah seorang anak, yang manja,
belum dewasa, sehingga sering ego ku bertindak tak semestinya,
tapi aku seorang anak rindu akan ke hangatan dari mereka orang tua ku.
Aku hanya seorang anak yang tak pernah meminta lebih
selain mereka orang tua ku,
mereka orang tua ku yang selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri,
tanpa tau bagai mana perasaan ku, keadaan ku, anaknya.
Aku, aku aku rindu belayan dari mereka orang tua ku,
aku rindu kecupan dari mereka orang tua ku,
aku ingin selalu dekat dengan mereka orang tua ku.
Ibu, ayah mereka orang tua ku,
tapi yang ku inginkan bukan hanya sebutan, panggilan,
bahkan bukan hanya nama yang tertulis
jika mereka orang tua ku yang ku punya,
tapi aku seorang anak kalian yang menginginka hal yang nyata,
bukan sekedar panggilan, sebutan bahkan hanya sebagai nama ibu,
ayah kalau kalian adalah orang tua ku, tanpa kalian ada di sisiku.
Aku adalah anak yang selalu memikirkan keinginan sendiri,
tanpa menyadari sesuatu yang ada di sekelilingku,
namun salahkah aku bila aku menginginkan mereka orang tua ku
yang selalu ada di sisiku,
disampingku yang selalu mendukungku,
menyemangatiku, memberikan motivasi kepada ku.
Aku adalah seorang anak,
adakah mereka orang tua ku di saat mereka jauh pergi dari ku selalu mengingatku,
apakah aku baik baik saja,
aku sudah makan,
bahkan itu pun mereka orang tua ku
yang selalu sibuk sehingga tidak mengingatnya,
mereka orang tua ku,
yang selalu memintaku menjadi anak yang baik,
sopan, pintar, rajin bahkan cerdas,
namun itu hanya tersirat dari ucapan mereka orang tua ku
tanpa mereka yang langsung memberikan bimbingan kepadaku,
meraka orang tua ku seperti tidak mau tahu pa yang terjadi dengan anaknya “aku”, sekolahnya bagaimana?, bagaimana keadaan anaknya di sekolah?,
ada masalahkan anaknya di sekolah?,
bagaimana anaknya menjalani sekolah setiap hari?,.
Apakah ada perasaan itu untuk ku dari mereka orang tua ku?.
Aku adalah seorang anak yang ingin mereka orang tua ku merasakan,
mengerti, memahami dan tahu perasaan ku
terhadap mereka orang tua ku,
aku sayang, cinta bahkan melebihi apapun kepada mereka orang tua ku.
Puisi Esty
Aku adalah seorang anak yang masih memerlukan,
membutuhkan, menginginkan perhatian
dan kasih sayang dari mereka orang tua ku.
Aku adalah seorang anak, yang manja,
belum dewasa, sehingga sering ego ku bertindak tak semestinya,
tapi aku seorang anak rindu akan ke hangatan dari mereka orang tua ku.
Aku hanya seorang anak yang tak pernah meminta lebih
selain mereka orang tua ku,
mereka orang tua ku yang selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri,
tanpa tau bagai mana perasaan ku, keadaan ku, anaknya.
Aku, aku aku rindu belayan dari mereka orang tua ku,
aku rindu kecupan dari mereka orang tua ku,
aku ingin selalu dekat dengan mereka orang tua ku.
Ibu, ayah mereka orang tua ku,
tapi yang ku inginkan bukan hanya sebutan, panggilan,
bahkan bukan hanya nama yang tertulis
jika mereka orang tua ku yang ku punya,
tapi aku seorang anak kalian yang menginginka hal yang nyata,
bukan sekedar panggilan, sebutan bahkan hanya sebagai nama ibu,
ayah kalau kalian adalah orang tua ku, tanpa kalian ada di sisiku.
Aku adalah anak yang selalu memikirkan keinginan sendiri,
tanpa menyadari sesuatu yang ada di sekelilingku,
namun salahkah aku bila aku menginginkan mereka orang tua ku
yang selalu ada di sisiku,
disampingku yang selalu mendukungku,
menyemangatiku, memberikan motivasi kepada ku.
Aku adalah seorang anak,
adakah mereka orang tua ku di saat mereka jauh pergi dari ku selalu mengingatku,
apakah aku baik baik saja,
aku sudah makan,
bahkan itu pun mereka orang tua ku
yang selalu sibuk sehingga tidak mengingatnya,
mereka orang tua ku,
yang selalu memintaku menjadi anak yang baik,
sopan, pintar, rajin bahkan cerdas,
namun itu hanya tersirat dari ucapan mereka orang tua ku
tanpa mereka yang langsung memberikan bimbingan kepadaku,
meraka orang tua ku seperti tidak mau tahu pa yang terjadi dengan anaknya “aku”, sekolahnya bagaimana?, bagaimana keadaan anaknya di sekolah?,
ada masalahkan anaknya di sekolah?,
bagaimana anaknya menjalani sekolah setiap hari?,.
Apakah ada perasaan itu untuk ku dari mereka orang tua ku?.
Aku adalah seorang anak yang ingin mereka orang tua ku merasakan,
mengerti, memahami dan tahu perasaan ku
terhadap mereka orang tua ku,
aku sayang, cinta bahkan melebihi apapun kepada mereka orang tua ku.
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Untuk Semua yang Memperbaiki
UNTUK SEMUA YANG MEMPERBAIKI
Puisi Yuli.f.s
Keadaan memang tak berkisah
Kisah yang ada hanya kepiluan yang mendalam
Tak sampai pada akhir
Mereka hanya berlari untuk menjauh
Menjauh dari kenyataan hidup yang berdilema
Piikirlah dalam benak baik tak harus menjadi buruk
Yang benar kadang membawa asa
Pertalian kini hanya akan terputus
Oleh keegoisan semata
Dimana cita tersambut duka
Manispun seketika menjadi hambar tak berasa
Hablum minannas
Hubungan baik sesama manusia
Jadikan hal itu patokan bagi kita
Seorang muslim untuk tetap mejalin silahturahmi
Dalam keadaan yang tak berpihak sekalipun
Puisi Yuli.f.s
Keadaan memang tak berkisah
Kisah yang ada hanya kepiluan yang mendalam
Tak sampai pada akhir
Mereka hanya berlari untuk menjauh
Menjauh dari kenyataan hidup yang berdilema
Piikirlah dalam benak baik tak harus menjadi buruk
Yang benar kadang membawa asa
Pertalian kini hanya akan terputus
Oleh keegoisan semata
Dimana cita tersambut duka
Manispun seketika menjadi hambar tak berasa
Hablum minannas
Hubungan baik sesama manusia
Jadikan hal itu patokan bagi kita
Seorang muslim untuk tetap mejalin silahturahmi
Dalam keadaan yang tak berpihak sekalipun
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Karya Tak Bernama
KARYA TAK BERNAMA
Puisi Sri Wahyuni Eka Setyawati
Ketika langit dan matahari, bergandeng tangan.
Menyambut hari dengan tawa riang.
Hujan dan angin memisahkan
Kilat dan petir memberi tamparan.
Seolah tak ada lagi senyum menawan.
Mimpiku kan terpupus kawan.
Kami bangga masih bisa tersenyim disaat kau membuang ludah.
Kami bangga masih bisa tertawa disaat kau memalingkan wajah.
Kami bangga dengan diri kami,
Diri yang tercipta dari sang ilahi.
Ini diri kami kawan, bukan dirimu.
Ini mimpi kami kawan, bukan mimpimu,
Bukan ribuan rumus yang kami butuhkan untuk hidup,
Tapi sebuah karya sastra yang indah dengan nilai estetika.
Puisi Sri Wahyuni Eka Setyawati
Ketika langit dan matahari, bergandeng tangan.
Menyambut hari dengan tawa riang.
Hujan dan angin memisahkan
Kilat dan petir memberi tamparan.
Seolah tak ada lagi senyum menawan.
Mimpiku kan terpupus kawan.
Kami bangga masih bisa tersenyim disaat kau membuang ludah.
Kami bangga masih bisa tertawa disaat kau memalingkan wajah.
Kami bangga dengan diri kami,
Diri yang tercipta dari sang ilahi.
Ini diri kami kawan, bukan dirimu.
Ini mimpi kami kawan, bukan mimpimu,
Bukan ribuan rumus yang kami butuhkan untuk hidup,
Tapi sebuah karya sastra yang indah dengan nilai estetika.
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Selimut Keangkuhan (This is My Page Part V)
SELIMUT KEANGKUHAN
(This is My Page Part V)
Puisi Mubayinuk Nazt
Selimut keangkuhan
Deritaku beranjak sejalan dengan pemikiran einstein.
Mengalir deras terbawa derita kalbu yang terbeban,
Mengalungkan syal tanda kehormatan,,
Menangis lirih terjatuhkan lara..
Aku mencoba meyakinkan hati walau derap menerjang batin..
Buih-buih kehidupan berterbangan tanpa arah dan tujuan..
Aku,,,,aku,,,,,,,di mana jati diriku????
Maaf......Duniaku terlalu mahal untuk ku tukar dengan sebatang pohon kunyit......
(This is My Page Part V)
Puisi Mubayinuk Nazt
Selimut keangkuhan
Deritaku beranjak sejalan dengan pemikiran einstein.
Mengalir deras terbawa derita kalbu yang terbeban,
Mengalungkan syal tanda kehormatan,,
Menangis lirih terjatuhkan lara..
Aku mencoba meyakinkan hati walau derap menerjang batin..
Buih-buih kehidupan berterbangan tanpa arah dan tujuan..
Aku,,,,aku,,,,,,,di mana jati diriku????
Maaf......Duniaku terlalu mahal untuk ku tukar dengan sebatang pohon kunyit......
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Kesetiaan
KESETIAAN
Puisi Afriando
Kaudatang membawa kebahagiaan
Kau beri rasa yang tak pernah ku rasa kan
Bersamamu ku temukan sesuatu yang blum ku temu kan dalan diri ku
Akan kah rasa ini slalu bersama ku
Akan kah rasa ini slalu bertahta dihati ku
Kesetiaan
Kesetiaan mu terus ku dambakan
Karna dengan kesetiaan semuanya kan abadi slamanya..
Puisi Afriando
Kaudatang membawa kebahagiaan
Kau beri rasa yang tak pernah ku rasa kan
Bersamamu ku temukan sesuatu yang blum ku temu kan dalan diri ku
Akan kah rasa ini slalu bersama ku
Akan kah rasa ini slalu bertahta dihati ku
Kesetiaan
Kesetiaan mu terus ku dambakan
Karna dengan kesetiaan semuanya kan abadi slamanya..
Home » Posts filed under Puisi Harapan
Pengharapan Tiada Batas
PENGHARAPAN TIADA BATAS
Puisi Siti Halimah
Apapun yang terjadi,
Dia akan tetap ada untuk menjadi seseorang yang kucintai.
Bukan lagi Himalaya yang kulalui...
Bukan juga 4 Samudra yang kusebrangi...
Aku hanya melawati ini dengan kesabaran.
Walau sesungguhnya aku tak sanggup menghadapi semuanya...
Untukmu, semua kulakukan.
Semua kuberikan.
Percayalah !
Kumohon ???
Aku berani bersumpah demi apapun untuk membuktikan rasa cintaku ini.
Puisi Siti Halimah
Apapun yang terjadi,
Dia akan tetap ada untuk menjadi seseorang yang kucintai.
Bukan lagi Himalaya yang kulalui...
Bukan juga 4 Samudra yang kusebrangi...
Aku hanya melawati ini dengan kesabaran.
Walau sesungguhnya aku tak sanggup menghadapi semuanya...
Untukmu, semua kulakukan.
Semua kuberikan.
Percayalah !
Kumohon ???
Aku berani bersumpah demi apapun untuk membuktikan rasa cintaku ini.